• Tue. Mar 2nd, 2021

Metode Sentra

Membangun Karakter dan Budi Pekerti

Metode Sentra, Kebahagiaan Belajar Guru dan Anak Indonesia

Sekolah Batutis Al-Ilmi dipercaya oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk menjadi fasilitator Pelatihan Metode Sentra bagi para guru di kelima wilayah DKI.

Metode Sentra adalah metode yang membahagiaan guru dan anak. Semakin banyak guru Indonesia merasakan kebahagiaan mendidik, dan semakin banyak anak Indonesia merasakan kebahagiaan belajar dengan Metode Sentra. Melalui pelatihan-pelatihan yang kami selenggarakan, Metode Sentra menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah Batutis Al-Ilmi, Sekolah Beasiswa Insan Kamil , menyelenggarakan pendidikan dasar berkualitas untuk kaum dhuafa. Misi itu dibarengi dengan perannya sebagai laboratorium Pelatihan Metode Sentra. Sejak diadakan untuk umum pada tahun 2008, Pelatihan Metode Sentra sudah terselenggara lebih dari 70 angkatan.

Pada tahun 2014-2015, lebih dari 300 guru dari 133 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Metode Sentra di Sekolah Batutis Al-Ilmi. Secara khusus, menjelang akhir 2015, Tim Batutis diundang oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta untuk menjadi fasilitator Pelatihan Metode Sentra. Pelatihan itu diikuti oleh sekitar 80 guru dari kelima wilayah Ibukota.

Peta persebaran peserta Pelatihan Metode Sentra yang diselenggarakan oleh Sekolah Batutis Al-Ilmi pada periode 2014-2015
Persebaran Peserta Pelatihan Metode Sentra Sekolah Batutis Al-Ilmi pada 2014-2015

Di bawah ini ini adalah testimoni sebagian peserta Pelatihan Metode Sentra. Kisah-kisah pengalaman lebih lengkap para guru yang sudah mengikuti pelatihan dan sudah menerapkan Metode Sentra disajikan dalam buku panduan Pendidikan Karakter dengan Metode Sentra, karya Bapak Yudhistira Massardi dan Ibu Siska Yudhistira Massardi.

Menurut saya, Metode Sentra adalah metode yang sangat baik untuk mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak, karena guru terlibat langsung dengan murid-murid. Saat pertama datang, saya belum mengetahui Metode Sentra, namun setelah saya belajar, saya lebih tertarik dengan metode ini. Cara guru bertuturkata ternyata sangat memengaruhi kepribadian anak. Kedekatan guru dengan anak (mengetahui masalah, perkembangan), anak menjadi hormat tanpa secara sengaja mengharuskan mereka untuk hormat pada guru. [Indah Ferbiani RIyadi, Peserta Pelatihan Tahap I Angkatan ke-54 (Februari 2016) dari Creativeland Stall Kuda Balikpapan, Kalimantan Timur]

Belajar mengenai Metode Sentra seperti menemukan titik terang dalam dunia pendidikan yang kian gelap. Mudah-mudahan titik terang ini mampu menerangi hingga kegelapan itu tidak ada lagi. Metode Sentra begitu istimewa, mampu mengakomodasi ftrah anak, yang berhati bersih melalui aplikasi 18 sikap dasar dalam setiap kegiatannya, mampu mendidik anak dengan cara yang menyenangkan, tanpa menyuruh, tanpa melarang, dan tidak ada paksaan. Selama saya melakukan observasi di Sekolah Batutis, tidak pernah saya temukan guru yang marah. Subhanallah. Kami berharap, akan muncul sekolah Batutis lainnya di seluruh Nusantara yang mampu membentuk generasi penerus bangsa ini dengan benar dan saat yang tepat, yaitu di usia dini. Terimakasih atas ilmu yang telah dibagikan. Semoga bermanfaat. [Sulistiyaningsih, Peserta Pelatihan Tahap I, Angkatan Ke-54 IFebruari 2016)  dari TK Buana Kids, Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.]

Metode Sentra menjawab semua kebutuhan anak-anak dalam melatih sensorimotor, imajinasi dan bereksplorasi. Melatih anak-anak belajar membaca dan menulis dengan cara yang menyenangkan, dan juga menggali pengetahuan sains anak dengan sistem/program yang menyenangkan, sehingga anak-anak tidak bosa dan jenuh untuk menuntut ilmu. Dengan Metode Sentra, guru dapat melatih anak berakhlakul karimah, memiliki kepribadian yang baik sesuai Al-Qur’an. Misalnya, bisa menumbuhkan rasa syukur kepada Sang Pencipta, saling menghargai antarsesama, mempunyai rasa tanggungjawab dan lain-lain. [Nur Hidayati, Peserta Pelatihan Tahap I, Angkatan ke-54 (Februari 2016) dari TKIT Al-Kawaakib, Kompleks Depag, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.]

Wow, Amazing, ketika melihat anak-anak di Metode Sentra Batutis makan siang, begitu rapi, tertib, sabar menanti giliran mengambil alat makan dan makanan. Dan, piring-iring setelah makan bersih tak ada sisa makanan. Sabar, itulah ketika melihat guru-guru Batutis. Mereka selalu bicara dengan nada yang lembut, menggunakan bahasa yang terstruktur, bahkan ketika ada anak yang “bertingkah aneh”. Guru tetap mengeluarkan kalimat-kalimat yan baik tanpa membuat anak merasa dedang dihakimi. Guru selalu menyampaikan fakta yang terjadi,b ukan dengan perilaku anak. Keren. Semoga kami bisa melakukannya dan menyebarkan semangat ini di daerah. Sukses selalu, Batutis. [Dedi Kartino, Peserta Pelatihan Tahap I, Angkatan ke-54, (Februari 2016) dari TK Buana Kids, Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.]

Bapak Yudhistira Massardi menjadi salah satu fasilitator Pelatihan Metode Sentra untuk para guru dalam pelatihan di DKI Jakarta tahun 2015.
Bapak Yudhistira ANM Massardi, salah satu fasilitator Pelatihan Metode Sentra pada Pelatihan di DKI Jakarta tahun 2015

Alhamdulillah, seperti bermuhasabah atas semua sikap-sikap yang pernah dialami dari masa bayi. Bukan sekadar belajar-mengajar, tapi bagaimana membentuk karakter diri yang dapat ditularkan ke orang lain. Ingin rasanya menjadi kecil kembali, dan mendapat pendidikan yang luar biasa ini. Sentra, kunci kebahagiaan murid dan guru. Semoga 18 sikap ini dapat selalu tertanam di hati kita semua dan diterapkan di kseharaian kita. Sentra mendidik diri sebelum ayah dan ibu bertemu sampai mereka menjadi ayah dan ibu. [Amin Afandi, Peserta Pelatihan Tahap I, Angkatan ke-51 (Oktober 2015) dari SDIT Harapan Bunda Jl. KH Wahid Hasyim Purwokerto, Jawa Tengah]

Mungkin kata pertama yang bisa saya ucapkan yaitu ‘Alhamdulillah’, Puji syukur saya sudah dieri kesempatan untuk dapat mengenal dan mempelajari Metode Sentra. Banyak hal yang saya dapatkan dari mengikuti pelatihan ini, terutama bagaimana cara memahami dan mempelajari karakter anak, bagaimana cara untuk mengembangkan pribadi seorang anak agar memiliki karakter yang baik, dan di sini saya temukan semua. Metode Sentra menurut saya merupakan cara terbaik untuk mengembangkan karakter anak. [Rina Marlina, Peserta Pelatihan Modul I Angkatan ke-51 (Oktober 2015) dari SD Al-Qur’an Al-Hayah, Cililitan, Jakarta Timur]

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama pelatihan di Sekolah Batutis Al-Ilmi. Betul-betul membangun hal-hal positif untuk pribadi saya dengan harapan dan berdoa serta berikhtiar semoga mampu mengemban amanah yang diberikan Allah kepada saya. Saya sangat bersyukur menjadi orang yang terpilih oleh Allah untuk menimba ilmu di sini bersama “manusia-manusia” pilihan Allah yang berilmu namu tetap tawadhu. Guru-guru Batutis luar biasa. Terimakasih, Bu Siska dan Bapak Yudhis atas semua ilmu dan pencerahannya. Semoga Ibu dan Bapak tetap sehat dan panjang umur dan semangat menularkan ilmu-ilmunya kepada guru-guru. Aamiin. [Euis Dian Budiani, Peserta Pelatihan Tahap I Angkatan ke-51 (Oktober 2015) dari SDIT Al-Hidayah, Perum Lembah Hijau Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat]

Awalnya saya masih banyak kebingungan ketika menjadi guru di sekolah dengan Metode Sentra. Mulai dari hal sederhana sampai hal yang rumit. Di sinis aya mendaatkan banyak jawaban yang sebelumnya membuat saya bingung. Ilmu dan pengalaman dari Ibu Siska, Ibu Taya dan pak Yudhis sangat memberi pencerahan. Dunia anak-anak dan sekolah adalah laboratorium yang penuh dengan tantangan, penelitian, yang akhirnya menyadarkan saya, bahwa kunci membangun bangsa dan generasi yang lahir lalu dididik dengan tahapan sesuai fitrahnya. Harapannya, setelah saya kembali bisa mempraktikkan apa yang saya dapat di Batutis Al-Ilmi untuk anak-anak di sekolah lingkungan dan anak sendiri, kalau punya. Saya ucapkan banyak terimakasih, kepada Ibu Siska, Ibu Taya dan Pak Yudhis serta guru-guru Batutis yang luar biasa. Semoga Metode Sentra bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat. [Sumarlan, Peserta Pelatihan Metode Sentra Tahap I Angkatan ke-51 (Oktober 2015) dari SDIT ABATA Islamic School Kp. Sindangsari Karawang, Jawa Barat]

Testimoni Peserta Pelatihan Metode Sentra di DKI Jakarta

Selama mengikuti pelatihan Metode Sentra saya banyak mengalami hal yang menarik, dan saya banyak tercengang, karena ternyata begitu indah dan bahagianya anak-anak kalau mengikuti metode ini. Karena metode ini begitu menyenangkan, menarik, dan komplit. Kita dapat mengembangkan banyak kecerdasan anak. Kita dapat menggali kompetensi anak. Dan yang paling utama sepertinya dengan Metode Sentra anak lebih bahagia dalam menerima pelajaran. Dan bagi saya yang seorang guru dengan Metode Sentra saya dapat menjadi pribadi dan guru yang Insya Allah baik untuk anak didik saya. Dan semoga saya bisa mengikuti pelatihan di Batutis Al-Ilmi dari modul 1-6 Insya Allah keinginan saya terealisasi. Amin. [Evy Nur F – TK Kemuning Jaksel]

Di sekolah saya, kami menggunakan model kelompok yang sudah mengarah pada Kurikulum 2013. Dan pada kenyataannya, pada Kurikulum 2013, model-model Sentra yang saya dapat pada kegiatan (4 hari ini), adalah juga bagian dari yang dicanangkan pada Kurikulum 2013, yaitu lebih memotivasi anak untuk menemukan hal-hal (inovasi) baru melalui pembelajaran yang benar yang didapat di TK maupun PAUD, di mana semua itu harus didukung oleh adanya guru (pendidik) yang kompeten di bidangnya, metode yang digunakan serta media/ alat sumber belajar yang sesuai pada setiap tema/ sub tema/ sub-sub tema yang digunakan. [Tiurmawaty Marpaung –TK Negeri Cilacap Jakpus]

Pelatihan ini dilaksanakan secara sistematis, metode dan praktek dengan contoh-contoh kongkret, akan meningkatkan kompetensi guru PAUD sehingga menjadi guru profesional. [Pudjiwati – PAUD Kasih Ibu Jaktim]

Melalui pelatihan Metode Sentra dari Batutis Al-Ilmi ini dapat membuka mata, hati, dan fikiran saya bahwa ternyata selama ini terlalu banyak kesalahan dan kekurangan saya dalam mendidik anak-anak di TK tempat saya bekerja, bahkan pada anak saya sendiri. Pelatihan ini banyak sekali memberi saya ilmu bagaimana saya seharusnya berbicara, bersikap, dan bertindak dengan anak-anak yang sekiranya tidak menyebabkan anak mengalami kegagalan di masa yang akan datang. [Rofiatul Fauziah – TKN Besuki Jakpus]

Setelah saya mendengar, mengikuti kegiatan pelatihan selama 4 hari ini ternyata ini ilmu yang belum saya dapat selama saya mengajar +/- 28 tahun. Bagaimana seorang guru berbahasa yang baku, dan menerapkan 3M. Saya sudah dapat Metode Sentra tapi yang dari Batutis ini berbeda dengan Sentra yang saya kenal. Perbedaan “bahasa”, menerapkan 3M. Saya tertarik untuk mengikuti pelatihan selanjutnya. (Djamilah-Al Baidillah Jakbar)

Kesan saya terhadap pelatihan Metode Sentra ini bahwa ternyata saya merasa berada di level yang paling bawah dalam menjadi seorang guru. Saya belajar banyak dari Bu Siska dan tim dalam Metode Sentra untuk bagaimana memperlakukan anak, baik anak didik atau pun anak sendiri. Metode Sentra ini memotivasi saya untuk menjadi lebih baik, lebih bijaksana dalam memilih kata-kata untuk anak, tidak boleh sembarangan atau sesuai mood yang kita rasakan. Dalam Metode Sentra, kita tidak mengajar tapi belajar. Ini jawaban doa dari masalah/ dilema saya menjadi seorang guru yang kreatif, inovatif, dan dapat memotivasi siswa/i kami ke arah yang lebih baik lagi. Semoga Metode Sentra dapat digunakan di seluruh TK/PAUD di seluruh Indonesia. Terima kasih.” [Diny Maylany – Paud Muslimat NU Assova Jakbar]

Alhamdulillah setelah empat hari saya mengikuti pelatihan ini, saya sangat beruntung sekali, karena yang tadinya saya tidak tahu sekarang menjadi tahu dan yang tadinya tidak mengerti sekarang jadi mengerti. Dan untuk narasumbernya Bu Siska dan Pak Yudhistira serta narasumber lainnya, sangat bagus/baik dalam penyampaian materinya. Begitu pula dengan guru-gurunya di Batutis sangat lembut dan baik serta ramah dan murah senyum dalam mengajar. Itulah yang sangat saya tiru dan saya ingin seperti guru-guru Batutis yang dalam pemberian materinya pun sangat bagus..” [Siti Aminah – PAUD Mawar Melati Jakpus]

Subhanallah: Betapa malunya saya setelah menerima pelatihan selama empat hari. Banyak sekali perbuatan/ perilaku terhadap anak pribadi atau pun anak murid. Begitu membuka mata hati saya setelah mengikuti pelatihan ini baik narasumber/ gurunya, membuat saya ingin membalikkan telapak tangan. Astaghfirullah: Mudah-mudahan Allah mengampuni saya selama saya mengajar. Untuk selanjutnya saya harus mengubahnya (Insya Allah) Alhamdulillah: Saya ingin sekali melanjutkan pelatihan ini. Amin.” [Jubaedah – PAUD di Jaktim]

Sangat menarik, karena diisi oleh narasumber yang kompeten dan materi-materi yang sangat bagus. Untuk Sentra-Sentra yang juga sudah diperjelas dengan visual dan sangat kongkret. Dan kita juga dapat langsung belajar Sentra. Dari materi dan observasi juga kita bisa langsung praktek.” [Endah Puspitasari – PAUD Siliwangi Jakpus]

Saya mengajar di sekolah yang tidak menggunakan Metode Sentra. Kadang-kadang suka jenuh dengan cara seperti itu terus. Ketika saya mengikuti pelatihan Sentra ini saya jadi termotivasi untuk menggunakan Metode Sentra walaupun dengan yang paling sederhana dulu. Terima kasih untuk Pak Yudhistira juga Ibu Siska atas semua ilmu yang telah diberikan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami guru-guru. Amin. [Yusi Suminarti – TK Mangga Besar III Jakbar]

Alhamdulillah pelatihan Metode Sentra dari Batutis Al-Ilmi dapat memberi pencerahan dan menambah wawasan untuk pembelajaran di TK/ PAUD. Semoga tim Batutis Al-Ilmi dapat terus berbagi dengan rekan-rekan guru se-Indonesia dan mudah-mudahan bonus demografi generasi emas Indonesia dapat tercapai dengan pendidikan yang menggunakan Metode Sentra. Amin.” [Lina Setyawati – TKN Pembina Tingkat Nasional Jakbar]

Pelatihan yang sangat bagus dan menginspirasi guru PAUD. Metode yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, memanusiakan siswa dengan menggali sebanyak-banyaknya potensi yang dimiliki setiap anak. Dengan metode pembelajaran yang berpusat pada anak, memungkinkan setiap anak dapat melejit kecerdasannya. Metode ini sangat sesuai dengan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa setiap anak-anak lahir dalam keadaan fitrah (suci), dan sebagai pendidik diharuskan memberikan stimulus yang tepat dalam memberikan menu pembelajaran, dan Metode Sentra inilah solusi terbaik. Salam pembelajar.” [Noorma Sanita – TK Islam At Taqwa Jaktim]

Metode Sentra yang diperkenalkan Batutis sangat bagus sekali untuk anak. Sekolah saya sudah menggunakan Metode Sentra, tetapi setelah mengikuti pelatihan Sentra dengan Batutis selama 4 hari ini, saya merasa bersalah kepada anak-anak dan Sentra yang ada di sekolah saya harus saya perbaiki. Insya Allah setelah ini saya akan perlahan-lahan memperbaiki Sentra-Sentra yang ada di sekolah saya dan guru-gurunya dimotivasi untuk lebih banyak membaca tentang Sentra. [Sri Hadariah – TK Islam Al-Mu’minun Jaktim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *