• Wed. May 12th, 2021

Metode Sentra

Membangun Karakter dan Budi Pekerti

Sentra Bahan Alam sebagai wahana dalam membangun karakter

Sentra Bahan Alam adalah salah satu wahana bermain anak usia dini dalam model pembelajaran Metode Sentra. Di dalamnya tersedia berbagai macam alat dan bahan yang dibutuhkan anak untuk membangun kemampuan sensorimotor agar berfungsi sempurna dalam mengarungi kehidupannya di kemudian hari.

Bila dilihat sepintas dari jenis alat dan bahan serta bentuk kegiatan-kegiatannya, terutama bagi yang belum pernah mengenal Metode Sentra, Sentra Bahan Alam tampak seakan-akan arena bermain yang tidak penting. Biasa, sepele, tidak keren. Bahkan, walau mudah diadakan di rumah, sangat mungkin tidak banyak orangtua yang tergoda untuk mengadakannya bagi putra-putri mereka. Untuk apa?

Nah, “untuk apa?” Tapi, Metode Sentra justru menempatkan Sentra Bahan Alam sebagai wahana krusial, untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan krusial, pada fase krusial tumbuh-kembang anak. Bila kebutuhan-kebutuhan itu tidak terpenuhi, anak akan menghadapi berbagai kesulitan di kemudian hari. Mulai fase awal periode sekolah, sampai saat ia memasuki dunia kerja.

Alat dan Bahan

Mari kita tengok apa saja isinya. Di dalamnya ada alat-alat bermain kering dan basah. Ada bahan-bahan yang lengket, yang bisa bikin tangan, badan dan pakaian anak belepotan. Ada kuas dan kertas untuk melukis. Tapi, ada juga alat-alat yang memungkinkan anak mendapatkan pengalaman tak terlupakan “bermatematika”, “bergeometeri”, bahkan “berfisika”.

Anak bisa bermain aneka biji-bijian yang dilengkapi dengan wadah berbagai ukuran dan alat takaran. Bisa juga disediakan benda-benda lain berbentuk dan bertekstur khas seperti kerang. Alat-alat bermain kering lainnya adalah baju dan setrika mainan, dan… kertas serta krayon untuk menggambar. Anak-anak juga bisa bereksplorasi menuangkan imajinasi bentuk-bentuk dengan playdough.

Pengembaraan imajinasi anak juga bisa difasilitasi dengan alat lukis dengan kuas berbagai ukuran dan cat air. Media lukisnya berupa kertas ukuran besar yang dipasang di papan lukis. Selain itu, ada kegiatan yang tak semua anak bisa segera menikmatinya (bahkan, enggan untuk mencoba) finger painting dengan ublek.

Ada yang seru dan semua anak pada umumnya menyukai dan keasyikan: bermain air. Ada ember, bak, jerigen, botol dan gelas plastik, hand-pump, spons dan lain-lain. Terutama karena alat-alat ini, dan terutama untuk anak usia toddler sampai tingkat TKA-A, baju ganti menjadi kebutuhan ketika anak mendapat giliran bermain di Sentra Bahan Alam.

Tujuan dan Manfaat Sentra Bahan Alam

Dampak langsung dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah penajaman kemampuan sensorimotor anak. Melalui alat pancainderanya, anak mengenal berbagai bentuk, sifat, dan tekstur benda. Pada saat yang sama, kegiatan-kegiatan itu juga membangun kemampuan otot-otot motorik kasar dan halus yang dibutuhkan melakukan bermacam-macam aktivitas belajar di kemudian hari, seperti menulis, menggaris, memotong, membuat karya seni, bermain musik dan sebagainya.

Sekali lagi, bila pandang begitu saja alat dan bahannya, kesannya jadi remeh. Tapi dengan Metode Sentra, yang remeh dan sepele itu justru sesuggguhnya punya makna besar dan penting. Sebab, ada elemen-elemen penting yang diasupkan ke dalam kegiatan-kegiatan “sepele” tersebut.

Yang pertama, tentu saja, adalah pijakan yang diberikan oleh guru. Pijakan atau dalam istilah pedagogisnya, scaffolding, adalah stimulus dan respons guru sebelum, selama dan sesudah anak bermain. (Untuk memahami lebih jauh tentang scaffolidng, silakan baca artikel sebelumnya, Makna Scaffolding dalam Metode Sentra.]

Dari pijakan guru, anak menemukan dan membangun pemahaman tentang berbagai konsep. Apa saja? Banyak. Anak memahami konsep tentang ukuran kecil-besar dan pendek-panjang; konsep hubungan sebab-akibat; jenis dan tekstur benda-benda, perubahan-perubahan fisika, gerak benda, hitungan artitmetika dan lain-lain.

Secara otomatis, pijakan guru menjadi instrumen krusial membangun perbendaharaan kosakata anak dengan pemahaman dari pengalaman-pengalaman langsung. Singkatnya, Sentra Bahan Alam adalah wahana bagi para calon peneliti yang peka dengan berbagai fenomona di sekitar dirinya. Para calon peneliti yang tak membiarkan fenomena-fenomena mena , menangkap makna.

Elemen kedua adalah aturan main, yang dalam kegiatan bermain anak di Metode Sentra biasa disebut “Prosedur Kerja”. Dengan “prosedur kerja” yang dinyatakan berulang-ulang secara verbal oleh guru, anak membangun kemampuan mengenal batasan, mengontrol diri. (Silakan Baca Artikel Sebelumnya, Satu Momen di Sentra Bahan Alam

Konsekuensinya, kedua elemen penting itu membutuhkan guru yang cakap berkomunikasi; memahami secara mendalam perkembangan dan kebutuhan anak; memahami jenis-jenis main dan tujuan-tujuannya; dan lain-lain. Tanpa itu, bisa jadi akan benar adanya bahwa Sentra Bahan Alam hanya menjadi wahana yang sepele dan tidak bermakna apa-apa. Buku panduan lengkap Metode Sentra (enam Sentra dalam satu buku) sudah tersedia. Judulnya, Pendidikan Karakter dengan Metode Sentra (edisi yang telah direvisi). Buku panduan ini dilengkapi dengan pembahasan komprehensif tentang tahap perkembangan anak, tiga jenis main, kecerdasan jamak, sekaligus panduan bagaimana aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran serta cara mengobservasinya. Silakan, Pemesanan via Google Form:
http://bit.ly/BUKUSENTRABATUTIS

2 thoughts on “Sentra Bahan Alam, Apa itu? Untuk Apa?”
    1. Sering terjadi, kebutuhan penting anak dalam pembelajaran pada periode pentimg tidak terpenuhi karena makna belajar dipersempit dalam kerangka pengertian belajar orang dewasa. Misalnya, belajar hanya terfokus pada kemampuan baca-tulis-hitung. Padahal, domain pembelajaran itu sangat luas, dan sebagian besar itu harus dituntaskan pada periode krusial 0-7 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *