Bermain Basah-basahan

Perhatikanlah satu momen yang terekam dengan kamera mini telepon selular ini. Kejadiannya di Sentra Bahan Alam Sekolah Batutis Al-Ilmi pada tanggal 9 April 2013. Empat anak dari kelompok TK-B tampak sedang fokus dengan pekerjaan “kering” di meja. Di latar belakang terlihat dua anak TKA yang asyik bermain air sampai sekujur tubuh dan pakaiannya basah kuyup.

Saat itu, Guru Sentra Bahan Alam mendapat limpahan kelompok TK-A yang semestinya bermain di Sentra Main Peran, karena Guru Sentra Main Peran sedang sakit. Maka, pada hari itu satu Kelompok TK-A dan satu kelompok TK-B bergabung, bermain dalam Sentra Bahan Alam.

 

BERMAIN BASAH-BAsAHAN. Memahami Konsekuensi dan Hubungan Sebab Akibat

 

Kebutuhan Sesuai Tahapan

Penggabungan kegiatan bermain dari kelompok usia yang berbeda bukan hal yang aneh di sekolah Batutis Al-Ilmi dan sekolah-sekolah lain yang sudah menjalankan Metode Sentra. Terutama di Sentra Bahan Alam. Selain sebab guru sakit seperti pada kasus ini, penggabungan juga dilakukan karena situasi dan tujuan tertentu. Misalnya, berdasarkan laporan hasil observasi guru, seorang anak diketahui membutuhkan penguatan kemampuan otot motorik kasar. Maka, anak tersebut diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan di Sentra Bahan Alam, yang memang kaya akan kesempatan untuk membangun kemampuan sensorimotor.

Selain itu, Sentra Bahan Alam adalah wahana yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk memahami logika sebab-akibat, batasan-batasan dan, tentu saja, aturan main, sebelum mereka menuju tahap operasional konkret di Sekolah Dasar. Pada tahap operasional konkret (usia 7 sampai kira-kira 11 tahun) anak sudah mulai bisa berpikir logis tentang kejadian-kejadian konkret. Tapi, terkadang anak masih kesulitan untuk memahami konsep abstrak. Misalnya, jika anak menuang air dari satu gelas ke dalam gelas dengan ukuran diameter yang lebih besar, dia memahami bahwa banyaknya air itu tidak berubah, meskipun permukaannya terlihat lebih rendah.

Anak pada tahap praoperasional (misalnya, 5 tahun) akan beranggapan airnya berkurang karena keadaan fisik permukaan itu turun. Kemampuan berpikir logis pada kejadian-kejadian konkret ini akan menjadi dasar berkembangnya kemampuan berpikir abstrak, seperti memecahkan masalah secara sistematis pada tahap operasional formal, yang akan mulai muncul pada usia kira-kira 12 tahun.

Memahami Konsekuensi

Kembali ke momen yang terekam dalam gambar. Di Sentra Bahan Alam anak boleh bermain air sampai pakaian dan tubuhnya basah. Karena itu, orangtua diberitahu untuk membekali baju ganti bila anak mendapat giliran bermain di Sentra Bahan Alam. Namun harus diingat bahwa pembolehan itu memiliki tujuan, yakni membangun pemahaman anak tentang sebab-akibat atau konsekuensi.

Anak-anak TK-B dalam foto itu sudah tidak memerlukan baju ganti saat bermain di Sentra Bahan Alam, walaupun mereka juga ikut bergiliran main dan bahan cair, seperti mengocok busa sabun; menuang air ke jerigen; memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain dengan menggunakan busa atau dengan pompa (hand-pump). Bahkan, anak-anak itu sudah mampu mengontrol diri saat bermain dengan menggunakan bahan-bahan lain yang berpotensi menempel pada pakaian, seperti finger-painting.

Artinya, mereka sudah mampu mengontrol gerakan mereka dalam aktivitas, serta mengerti akibat-akibat dari tindakannya. Anak-anak TK-B itu sudah mampu memahami bahwa jika mereka tidak mengontrol diri dan gerakannya saat bermain “basah”, maka kesempatan bermain di permainan-permainan “kering” menjadi berkurang. Selain itu, berganti baju, mengemas pakaian basah, juga terasa tidak praktis, dan tas bawaan mereka menjadi lebih berat. Dan, pemahaman-pemahaman yang demikian tumbuh dari pengalaman-pengalaman nyata saat bermain, sehingga lebih berpeluang untuk tertanam kuat, ketimbang dari arahan atau instruksi guru.

Dari segi usia, anak TK-A dan TK-B di foto tersebut  tidaklah terlalu jauh selisihnya, hanya hitungan bulan. Tapi, pengalaman-pengalaman bermain di Sentra Bahan Alam (dan Sentra-Sentra lain) membedakan pencapaian tahapan dan kematangan pribadi menuju kemandirian, sikap bertanggungjawab dan pemahaman akan sebab-akibat serta batasan-batasan. Sentra Bahan Alam, dengan alat-alat serta bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan, menyediakan manfaat yang berlimpah bagi pembelajaran anak.

SENTRA BAHAN ALAM. Bahan dan Alat Mudah Didapatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *