Arti Jurnal Pagi dalam Metode Sentra

Jurnal Pagi adalah kegiatan pembuka dalam pembelajaran dengan Metode Sentra. Kegiatan itu dilakukan setelah anak tiba di sekolah dan menyimpan perlengkapan/perbekalan dari rumah ke tempat yang sudah ditentukan. Setiap anak anak mengambil kertas kosong dan alat tulis yang disediakan guru di atas meja. Anak menuangkan isi pikiran dan perasaan dalam bentuk coretan atau gambar, yang sepintas terlihat seakan-akan tidak ada artinya. Namun, kegiatan itu memiliki manfaat yang sangat kaya.

Pengaturan tempat duduknya tidak berupa baris-baris, tapi melingkar, dan guru bisa menatap semua anak. Ya, Jurnal Pagi adalah salah satu kegiatan dalam situasi circle-time dalam pengertian yang dimaksud pada konsep Beyond Centers and Circle Time (BCCT). Kkegiatan-kegiatan lain yang dilakukan dalam situasi circle time, adalah berdoa, mengucapkan ikrar, makan, dan recalling.

Selama kegiatan Jurnal Pagi, anak menempati kursi masing-masing dan bekerja, menuangkan isi pikirannya ke kertas kosong. Mereka menggunakan alat tulis (biasanya berupa pensil warna dan krayon) yang disediakan untuk pemakaian bersama.

JURNAL PAGI. Tidak sama dengan latihan menulis atau menggambar

 

Meski tiap-tiap anak cenderung sibuk dengan pekerjaannya sendiri, bermacam-macam bentuk interaksi antaranak bisa terjadi dalam kegiatan ini. Anak menceritakan pengalaman atau kejadian di rumah kepada guru. Anak-anak saling meminta bantuan untuk mengambil alat tulis yang dibutuhkan. Anak menceritakan dan memamerkan coretan-coretannya kepada teman. Atau, bahkan anak mencoba meniru coretan teman-temannya.

Pemahaman Guru

Semua aktivitas dan interaksi itu menjadi tidak bermakna atau kurang bermakna jika tidak ada pijakan yang diberikan oleh guru yang sadar akan tujuan dan manfaatnya. Kegiatan itu membutuhkan guru yang tahu bagaimana memberi feedback yang tepat terhadap proses dan hasil kerja anak.

Jurnal Pagi tidak sama dengan latihan menulis atau menggambar. Fungsi dasarnya adalah ekspresi pikiran dan perasaan, yang dalam hal ini dilakukan melalui sarana dan alat tulis atau gambar. Meskipun demikian, kegiatan ini terbukti efektif menstimulasi secara tidak langsung, namun sangat efektif, kedua kemampuan itu.

Dalam kepengalaman Sekolah batutis Al-Ilmi dan sekolah-sekolah lain yang menerapkan Metode Sentra, kemampuan anak-anak menulis dan menggambar tumbuh secara alamiah sebagai proses kreatif, seiring dengan tumbuhnya kemampuan-kemampuan lain, baik fisik maupun mental. Dengan kata lain, kemampuan menulis dan menggambar yang tumbuh pada anak adalah kemampuan ekspresi otentik dari hal-hal yang diserap melalui berbagai kegiatan belajar, bukan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh guru atau orangtua.

Transisi dari Rumah ke Sekolah

Lebih dari itu, Jurnal Pagi adalah proses transisi bagi anak dari atmosfer rumah ke atmosfer sekolah. Jurnal Pagi adalah proses pengkondisian anak untuk memasuki rangkaian kegiatan-kegiatan Sentra. Lebih dari sekadar aktivitas keaksaraan, Jurnal Pagi juga adalah proses pembangunan kemampuan kebahasaan, baik yang bersifat expressive (ungkapan) maupun receptive (penerimaan dan pemahaman).

Sesuai dengan fungsinya sebagai (salah satu) instrumen transisi dari atmosfer rumah ke atmosfer sekolah, coretan-coretan anak adalah murni berasal dari pikiran mereka. Coretan-coretan itu bukan hasil menulis atau menggambar dengan tema yang dibuat guru, atas instruksi guru. (Untuk coretan yang berkaitan dengan tema, anak melakukannya pada kegiatan Jurnal Siang).

INTERAKSI SAAT JURNAL PAGI. Transisi dari atmosfer rumah ke atmosfer sekolah

 

Dari coretan-coretan anak pada kegiatan Jurnal Pagi, guru bisa mendapatkan informasi yang berlimpah dan berharga tentang anak, termasuk problem yang dihadapi di rumah. Misalnya, guru bisa mendeteksi bila anak terpapar secara berlebihan dengan siaran televisi atau permainan gadget. Guru juga bisa memantau beberapa aspek dalam tahap perkembangan anak, seperti otot motorik kasar pada tangan, koordinasi otot motorik kasar-halus, kemampuan klasifikasi, kemampuan untuk fokus, dan tentu saja kemampuan keaksaraan.

Guru Memberi Pijakan

Karena subjek kegiatan adalah anak, maka yang dibutuhkan bukanlah intervensi berlebihan demi “memperbaiki” hasil Jurnal anak. Juga tidak tempatnya guru menyalahkan, misalnya, “huruf ‘e’-nya terbalik.” Intervensi guru diperlukan dalam situasi tertentu, seperti saat anak pasif, tidak melakukan jurnal, anak meninggalkan kelompok tanpa memberitahu, atau merasa tidak nyaman.

Meskipun demikian, guru dapat memanfaatkan kegiatan Jurnal Pagi untuk memberi pijakan-pijakan dalam rangka penguatan perkembangan anak. Misalnya, guru bisa mengartikulasikan fakta, “Ibu guru melihat Erma menggunakan krayon berwarna hijau untuk membuat garis melengkung.” Dengan artikulasi seperti itu, guru menguatkan pemahaman anak tentang warna dan bentuk, dan tentu saja memberi contoh penggunaan bahasa yang terstruktur.

Jurnal Pagi sepintas terlihat seperti kegiatan sederhana, dengan alat dan bahan yang sederhana. Namun, misi yang dibawanya sangat besar. Di beberapa sekolah yang berniat beralih ke Metode Sentra, Jurnal Pagi menjadi semacam kegiatan “uji coba” sebelum dapat menerapkan Sentra, dan itu sangat berarti. Paling tidak, dengan kegiatan itu dibangun beberapa aspek perkembangan anak, seperti bahasa, sikap, sensorimotor, dan lain-lain.

Sebagaimana diulas secara rinci di Majalah Panduan Sentra Volume 7, Jurnal Pagi begitu besar manfaatnya bagi guru dan terutama bagi anak. Bagi guru, coretan-coretan anak itu seperti jendela untuk melihat dan memahami anak, agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak selama proses belajar..

4 thoughts on “Apa itu Jurnal Pagi?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *